Semester II Kelas X - Bab 1 Hortatory Exposition
Semester 1 - Chapter 1
Hortatory Exposition
Apa itu Teks Eksposisi Hortatori?
(What is a Hortatory Exposition Text?)
Teks eksposisi hortatori adalah jenis teks argumentatif yang bertujuan untuk membujuk atau meyakinkan pembaca agar melakukan atau mempercayai sesuatu.
A. (A hortatory exposition text is a type of argumentative text that aims to persuade or convince the reader to do or believe something.)
B. (The primary purpose of this text is : to influence the audience's thoughts or actions by presenting arguments or reasons.) Tujuan utama dari teks ini adalah ( untuk memengaruhi pemikiran atau tindakan penonton dengan menyajikan argumen atau alasan.)
Eksposisi hortatori biasanya menyajikan sebuah sudut pandang, diikuti oleh alasan atau bukti yang mendukungnya.
(The hortatory exposition typically presents a point of view, followed by reasons or evidence supporting it.)
Penulis kemudian mendorong pembaca untuk menerima atau menindaklanjuti argumen tersebut.
(The writer then encourages the reader to accept or act on the argument.)
Struktur Teks Eksposisi Hortatori
C. ( Structure of a Hortatory Exposition Text)
Teks eksposisi hortatori biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama:
(A hortatory exposition text is typically divided into three main parts:)
1. Pernyataan Tesis (Pendahuluan)
(1. Thesis Statement (Introduction))
Penulis menyajikan masalah atau topik dan menyatakan pendapat mereka tentang hal tersebut.
(The writer presents the issue or topic and expresses their opinion on it.)
Ini menjawab pertanyaan: Apa masalahnya?
(It answers the question: What is the issue?)
Tesis tersebut jelas dan ringkas, yang menyatakan pendirian atau keyakinan penulis.
(The thesis is clear and concise, stating the writer's stance or belief.)
Contoh: "Media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari, tetapi sangat penting untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab."
(Example: "Social media has become a significant part of our daily lives, but it is essential to use it wisely and responsibly.")
2. Argumen atau Alasan (Isi)
(2. Arguments or Reasons (Body))
Ini adalah bagian di mana penulis memberikan alasan atau bukti untuk mendukung pendapat mereka.
(This is where the writer gives reasons or evidence to support their opinion.)
Setiap argumen harus jelas, logis, dan didukung dengan fakta, contoh, atau penjelasan.
(Each argument should be clear, logical, and supported with facts, examples, or explanations.)
Penulis dapat menyajikan lebih dari satu argumen, yang mana setiap argumen membantu untuk meyakinkan pembaca.
(The writer may present more than one argument, each arguments are helping to convince the reader.)
Contoh:
(Example:)
"Pertama, media sosial membantu orang-orang tetap terhubung dengan keluarga dan teman, terutama mereka yang tinggal jauh."
("First, social media helps people stay connected with family and friends, especially those living far away.")
"Kedua, media sosial dapat menjadi alat yang ampuh untuk belajar dan berbagi pengetahuan."
("Second, it can be a powerful tool for learning and sharing knowledge.")
3. Rekomendasi (Kesimpulan)
(3. Recommendation (Conclusion))
Penulis memberikan saran atau rekomendasi untuk diikuti oleh pembaca.
(The writer provides a suggestion or recommendation for the reader to follow.)
Penulis mendorong penonton untuk mengambil tindakan atau mengadopsi sudut pandang mereka.
(The writer encourages the audience to take action or adopt their point of view.)
Contoh:
(Example:)
"Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial secara seimbang dan penuh kesadaran, guna memastikan hal itu tidak membahayakan kesehatan mental atau hubungan kita."
("Therefore, it is important to use social media in a balanced and mindful way, ensuring that it does not harm our mental health or relationships.")
D. Language Features of Hortatory Exposition Text
(Fitur Kebahasaan Teks Hortatory Exposition)
1. Use of Modality
(Penggunaan Modalitas)
Modality refers to the use of words that express the degree of certainty, obligation, or possibility.
(Modalitas merujuk pada penggunaan kata-kata yang menyatakan tingkat kepastian, kewajiban, atau kemungkinan.)
In a hortatory exposition, the writer uses words like:
(Dalam teks hortatory exposition, penulis menggunakan kata-kata seperti:)
Should, must, ought to, have to (for recommendations)
(Seharusnya, harus, semestinya, harus (untuk rekomendasi))
Can, may, might (for possibility)
(Dapat, boleh, mungkin (untuk kemungkinan))
Example:
(Contoh:)
"We must reduce plastic waste to protect the environment."
("Kita harus mengurangi limbah plastik untuk melindungi lingkungan.")
"People should use eco-friendly products."
("Orang-orang seharusnya menggunakan produk ramah lingkungan.")
2. Persuasive Language
(Bahasa Persuasif)
The language used in hortatory exposition texts is persuasive, often using adjectives and adverbs to strengthen arguments.
(Bahasa yang digunakan dalam teks hortatory exposition bersifat persuasif, sering kali menggunakan kata sifat dan kata keterangan untuk memperkuat argumen.)
Example:
(Contoh:)
"We strongly believe that protecting wildlife is crucial for the survival of our planet."
("Kami sangat meyakini bahwa melindungi satwa liar sangat penting bagi kelangsungan hidup planet kita.")
"Do you really want to miss out in this opportunity?"
("Apakah Anda benar-benar ingin melewatkan kesempatan ini?")
3. Using Connectives
(Menggunakan Kata Penghubung)
Connectives (linking words) help to organize ideas and arguments logically.
(Kata penghubung membantu mengatur ide dan argumen secara logis.)
These include: First, secondly, furthermore, in conclusion, for example, however, etc.
(Ini termasuk: Pertama, kedua, selanjutnya, sebagai kesimpulan, sebagai contoh, namun, dan lain-lain.)
Example:
(Contoh:)
"Firstly, we need to address the issue of climate change."
("Pertama, kita perlu menangani masalah perubahan iklim.")
"Furthermore, we should invest in renewable energy sources."
("Selanjutnya, kita seharusnya berinvestasi pada sumber energi terbarukan.")
4. Using Imperatives
(Menggunakan Kalimat Perintah)
Imperative sentences is common in hortatory exposition texts.
(Kalimat perintah umum ditemukan dalam teks hortatory exposition.)
These are commands or instructions that directly tell the reader what to do.
(Ini adalah perintah atau instruksi yang secara langsung memberi tahu pembaca apa yang harus dilakukan.)
Example:
(Contoh:)
"Let's protect our environment by planting more trees."
("Mari kita lindungi lingkungan kita dengan menanam lebih banyak pohon.")
"Stop wasting water and turn off the tap when not in use."
("Berhenti membuang-buang air dan matikan keran saat tidak digunakan.")
5. Using Simple Present Tense.
(Menggunakan Simple Present Tense.)
To give general advice or instruction, to state facts or universal truths, to encourage habit or routine, to make persuasive statements more direct and urgent so we need to use simple present tense for our hortatory exposition text.
(Untuk memberikan nasihat atau instruksi umum, menyatakan fakta atau kebenaran umum, mendorong kebiasaan atau rutinitas, serta membuat pernyataan persuasif menjadi lebih langsung dan mendesak, maka kita perlu menggunakan simple present tense dalam teks hortatory exposition kita.)
Example:
(Contoh:)
"Smoking damages your lungs." To state facts or universal truths.
("Merokok merusak paru-paru Anda." Untuk menyatakan fakta atau kebenaran umum.)
"Save water to protect the environment." To make persuasive statements more direct and urgent.
("Hematlah air untuk melindungi lingkungan." Untuk membuat pernyataan persuasif lebih langsung dan mendesak.)
"Exercise regularly to stay healthy." To give general advice or instructions.
("Berolahragalah secara teratur agar tetap sehat." Untuk memberikan nasihat atau instruksi umum.)
"Eat fruits and vegetables every day." To encourage habit or routine.
("Makanlah buah dan sayuran setiap hari." Untuk mendorong kebiasaan atau rutinitas.)
Comments
Post a Comment